Nama : Muhammad irfan
Pengertian
strategi biasanya berkaitan dengan taktik(terutama banyak dikenal dalam
lingkungan militer).Taktik adalah segala cara dan daya untuk menghadapi sasaran
tertentu dalam kondisi tertentu agar memperoleh hasil yang diharapkan secara
maksimal. Dalam proses pendidikan, taktik tidak lazim digunakan, akan tetapi
dipergunakan istilah metode atau tehnik
Macam-macam
Strategi Pembelajaran
Sebenarnya macam strategi itu ada banyak.
Namun dalam hal ini akan dijelaskan 2 macam strategi saja yaitu :
1. Strategi Pembelajaran PAIKEM
Pengertian PAIKEM, secara bahasa dan istilah
dapat dijelaskan secara singkat,ia merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif,
Inovatif, Kreatif, Efektif, dan menyenangkan.
Istilah
aktif,maksudnya pembelajaran adalah sebuah proses aktif membangun makna dan
pemahaman dari informasi, imu pengetahuan maupun pengalaman oleh peserta didik
sendiri.
Istilah
inovatif,dimaksudkan dalam proses pembelajaran diharapkan ide-ide baru atau
inovasi-inovasi positif yang lebih baik.
Istilah
kreatif memiliki makna bahwa pembelajaran merupakan sebuah proses mengembangkan
kreatifitas peserta didik, karena pada dasarnya setiap individu memilki
imajinasi dan rasa ingin tahu yang tidak pernah berhenti
Berikut
ini formasi-formasi dalam penerapan PAIKEM yaitu :
1. Formasi Huruf U
Formasi
ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Para peserta didik dapat melihat
guru dan/atau media visual dengan mudah dan mereka dapat saling berhadapan
langsung satu dengan yang lain. Susunan ini ideal untuk membagi bahan pelajaran
kepada peserta didik secara cepat karena guru dapat masuk ke huruf U dan
berjalan ke berbagai arah dengan seperangkat materi.
2. Formasi Corak Tim
Guru
mengelompokkan meja-meja setengah lingkaran di ruang kelas agar memungkinkan
peserta didik untuk melakukan interaksi tim. Guru dapat meletakkan kursi-kursi
mengelilingi meja-meja untuk susunan yang paling akrab. Jika hal ini
dilakukan,beberapa peserta didik harus memutar kursi mereka melingkar menghadap
ke depan ruang kelas untuk melihat guru,papan tulis atau layar.
3. Meja Konferensi
Formasi
ini paling baik dilakukan jika meja berbentuk panjang. Susunan ini dapat
mengurangi peran penting peserta didik. Jika guru duduk di tengah-tengah sisi
yang luas,para peserta didik di ujung merasa tertutup.Guru juga dapat membentuk
sebuah susunan meja konferensi dengan menggabungkan beberapa meja kecil(di
tengahnya biasanya kosong).
4. Formasi Lingkaran
Para
peserta didik duduk pada sebuah lingkaran tanpa meja atau kursi untuk melakukan
interaksi berhadapan-hadapan secara langsung.
5. Pengelompokkan Terpisah
Jika
kelas cukup besar atau jika ruangan memungkinkan,guru dapat meletakkan
meja-meja dan kursi dimana kelompok kecil dapat melakukan aktifitas belajar
didasarkan pada tim. Guru dpat menempatkan pecahan-pecahan kelompok saling
berjauhan sehingga tim-tim itu tidak saling mengganggu.
Strategi
Pembelajaran Kooperatif (SPK)
Pembelajaran
kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem
pengelompokkan atau tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang
mempunyai latar belakang akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda
(heterogen).Trategi pembelajaran kooperaif yang akhir-akhir ini menjadi
perhatian dan di anjurkan para ahli pendidikan untuk digunakan.
Ada
empat unsur penting dalam SPK yaitu :
1. Adanya peserta dalam kelompok
2. Adanya aturan kelompok
3. Adanya upaya belajar tiap kelompok
4. Adanya tujuan yang harus dicapai
kooperatif
juga memiliki prosedur yang berprinsip pada empat tahap,yaitu :
1. Penjelasan materi
2. Belajar dalam kelompok
3. Penilaian
4. Pengakuan tim
Keunggulan
strategi pembelajaran kooperatif (SPK) :
1. Melalui SPK siswa tidak menggantungkan
pada guru akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan beffikir sendiri,
menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa yang lain.
2. SPK dapat mengembangkan kemampuan
mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan
membandingkannya dengan ide-ide orang lain.
3. SPK dapat membantu anak untuk respek pada
orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya
Berikut
ini disajikan beberapa metode pembalajaran yang bisa digunakan untuk
mengimplementasikan strategi pembelajaran:
a. Metode Ceramah
Metode
ceramah adalah teknik penyampaian pesan pengajaran yang sudah lazim dipakai
oleh para guru di sekolah. Ceramah diartikan sebagai suatu cara penyampaian
bahan secara lisan oleh guru di muka kelas. Peran murid di sini sebagai
penerima pesan, mendengarkan, memperhatikan, dan mencatat keterangan-keterangan
guru bilamana diperlukan.
b. Metode Demonstrasi
Metode
demonstrasi merupakan penyajian pelajaran dengan mempergakan dan
mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu,
baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan.Misalnya demonstrasi tentang cara
memandikan mayat orang muslim/muslimah dengan menggunakan model atau boneka,
demonstrasi tentanf cara-cara tawaf pada saat menunaikan ibadah haji, dan
sebagainya.
c. Metode Diskusi
Metode
diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu
permasalahan. Tujuan metode ini adalah memecahkan suatau permasalahan, menjawab
pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat
keputusan. Karena itu, diskusi bukanlah debat yang bersifat mengadu
argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman dan untuk menentukan
keputusan tertentu secara bersama-sama.
d. Metode Simulasi
Simulasi
berasal dari kata simulate yang artinya pura-pura atau berbuat seolah-olah.
Dengan demikian simulasi dalam metode pembelajaran sebagai cara untuk
menjelaskan bahan pelajaran melalui perbuatan pura-pura atau melalui proses
tingkah laku imitasi, atau bermain peranan mengenai suatu tingkah laku yang
dilakukan seolah-olah dalam keadaan yang sebenarnya.
e. Metode Tugas dan Resitasi
Metode
tugas dan resitasi biasanya digunakan dengan tujuan agar siswa memiliki hasil
belajar yang lebih mantap, karena siswa melakukan latihan-latihan selama
melakukan tugas. Dengan kegiatan melaksanakan siswa aktif belajar, dan
terasa terangsang untuk meningkatkan
belajar yang lebih baik, memupuk inisiatif dan berani bertanggungjawab.
Jenis-jenis tugas sangat banyak tergantung pada tujuan yang akan dicapai, seperti
tugas meneliti, menyusun laporan, dan tugas di laboratorium.
f. Metode Tanya Jawab
Metode
tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi
langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog
antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa
menjawab, atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat
adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru dengan siswa.
g. Metode Kerja Kelompok
Metode
kerja kelompok dilakukan atas dasar pandangan bahwa anak didik merupakan suatu
kesatuan yang dapat dikelompokkan dengan kemampuan dan minatnya untuk untuk
mencapai suatu tujuan pengajaran tertentu dengan sitem gotong royong
Sebagai
suatu strategi pembelajaran, strategi pembelajaran berbasis masalah memiliki
beberapa keunggulan, di antaranya:
Pemecahan
masalah merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran.
Pemecahan
masalah dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk
menentukan pengetahuan baru bagi siswa.
Pemecahan
masalah dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.
Pemecahan
masalah dapat membantu siswa bagaimana mentrasfer pengetahuan mereka untuk
memahami masalah dalam kehidupan nyata.
Pemecahan
masalah dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan
bertanggungjawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.
Melalui
pemecahan masalah dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa.
Pemecahan
masalah dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan
mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
Pemecahan
masalah dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan
pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
Pemecahan
masalah dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar.
Dari
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah
harus dimulai dengan kesadaran adanya masalah yang harus dipecahkan. Pada
tahapan ini guru membimbing siswa pada kesadaran adanya kesenjangan atau gap
yang dirasakan oleh manusia atau lingkungan sosial. Kemampuan yang harus
dicapai oleh siswa, pada tahapan ini adalah siswa dapat menentukan atau
menangkap kesenjangan yang terjadi dari berbagai fenomena yang ada.
Strategi
pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir
Strategi
pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir merupakan strategi pembelajaran
yang menekankan kepada kemampuan berpikir siswa. Dalam pembelajaran ini materi
pelajaran tidak disajikan begitu saja kepada siswa, akan tetapi siswa dibimbing
untuk proses menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses
dialogis yang terus menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa.
Model
strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah model pembelajran yang bertumpu kepada
pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaahan fakta-fakta atau
pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajarkan.
Dari
pengertian di atas terdapat beberapa hal yang terkandung di dalam strategi
pembelajaran peningkatan belajar anak
Menurut
Sanjaya (2007 : 177 – 286) ada beberapa strategi pembelajaran yang harus
dilakukan oleh seorang guru:
A.
Strategi pembelajaran ekspositori
I.
Pengertian Strategi Pembelajaran Ekspositori
Strategi
pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada
proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok
siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal.
Strategi
pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajran yang
berorientasi kepada guru, dikatakan demikian sebab dalam strategi ini guru
memegang peranan yang sangat penting atau dominan.
Dengan
menggunakan strategi ekspositori terdapat beberapa keunggulan dan kelemahan di
dalam menggunakan strategi ini, yaitu:
1.
Keunggulan / Kelebihan Strategi Ekspositori
Dengan
strategi pembelajaran ekspositori guru bisa mengontrol urutan dan keluasan
materi pembelajaran, dengan demikian ia dapat mengetahui sejauh mana siswa
menguasai bahan pelajaran yang disampaikan.
Strategi
pembelajaran ekspositori dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran yang
harus dikuasai siswa cukup luas, sementara itu waktu yang dimiliki untuk
belajar terbatas.
Melalui
strategi pembelajaran ekspositori selain siswa dapat mendengar melalui
penuturan (kuliah) tentang suatu materi pelajaran juga sekaligus siswa bisa
melihat atau mengobservasi (melalui pelaksanaan demonstrasi).
Keuntungan
lain adalah strategi pembelajaran ini bisa digunakan untuk jumlah siswa dan
ukuran kelas yang besar.
Dari
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam strategi ekspositori ini dilakukan
melalui metode ceramah, namun tidak berarti proses penyampaian materi tanpa
tujuan pembelajaran. Karena itu sebelum strategi ini diterapkan terlebih dahulu
guru harus merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan terukur. Hal ini
sangat penting untuk dipaham, karena tujuan yang spesifik memungkinkan untuk
bisa mengontrol efektivitas penggunaan strategi pembelajaran.
2.
Kelemahan Strategi Ekspositori
Disamping
memiliki keunggulan, strategi ekspositori ini juga memiliki beberapa kelemahan,
antara lain:
Strategi
pembelajaran ini hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki
kemampuan mendengar dan menyimak secara baik, untuk siswa yang tidak memiliki
kemampuan seperti itu perlu digunakan strategi yang lain.
Strategi
ini tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap individu baik perbedaan
kemampuan, pengetahuan, minat, dan bakat, serta perbedaan gaya belajar.
Karena
strategi lebih banyak diberikan melalui ceramah, maka akan sulit mengembangkan
kemampuan siswa dalam hal kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal, serta
kemampuan berpikir kritis.
B. Strategi pembelajaran inquiry
I. Pengertian Strategi Pembelajaran Inquiry
Pembelajaran
inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses
berpikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban
dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya
dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini
sering juga dinamakan strategi heuristik, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu
heuriskein yang berarti “saya menemukan”.
Strategi
pembelajaran inquiry merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang
berorientasi kepada siswa (student centered approach). Dikatakan demikian
karena dalam strategi ini siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses
pembelajaran.
Dari
penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa keunggulan dan
kelemahan dari strategi pembelajaran inquiry, yaitu:
1.
Keunggulan / Kelebihan Strategi Pembelajaran Inkuiri (Inquiry)
Metode
pembelajaran inkuiri merupakan strategi belajar yang banyak dianjurkan karena
strategi ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya:
Strategi
pembelajara inquiry merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada
pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik secara seimbang, sehingga
pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
2.
Kelemahan Strategi Pembelajaran Inkuiri (Inquiry)
Disamping
memiliki keunggulan, strategi pembelajaran inquiry juga mempunyai kelemahan, di
antaranya yaitu:
Jika
strategi pembelajaran inquiry sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit
terkontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
Strategi
ini sulit dalam merencanakan pembelajaran karena terbentuk dengan kebiasaan
siswa dalam beljar.
Kadang-kadang
dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering
guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
Selama
kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi
pelajaran, maka strategi pembelajaran inquiry akan sulit diimplementasikan oleh
setiap guru.
Roestiyah
N.K., 2001, Strategi Belajar Mengajar, hlm. 1.
Depdiknas,
2008, Strategi Pembelajaran dan Pemilihannya, hlm. 3.
Syaiful Bahri Djamarah, 2006, Strategi Belajar
Mengajar, hlm. 5.
Depdiknas, Opcit, hlm. 13.
Aripin,
ilmu Pendidikan.(Jakarta : Bumi aksara,2000)
Hlm.56
Sujadna S. DKK. Metode dan Tehnik Pembelajaran
Partisipatif. (Bandung : Falah Production,2001) Hlm.37
Ibid.,hlm.37-39
Ismail.
Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM. (Semarang :
Rasail,2009),hlm.47-68
https://agendajaya.blogspot.com/2015/09/macam-macam-strategi-pembelajaran.html?m=1