Seekor Kerbau yang Bijak Saat Tertimpa
Musibah
Pada suatu ketika ada seorang pengembala yang membawa binatang ternaknya berkeliling di Padang rumput yang luas. Binatang tersebut sangat bergembira karena dapat makanan yang banyak, bagaikan surga bagi kerbau dan sapi tersebut. Suatu ketika pada saat pengembara sibuk dengan sapinya, sehingga dia lupa untuk menjaga kerbau-kerbaunya.
Kerbau tersebut saling berdiskusi kemana lagi kita akan pulang, sedangkan kita telah hilang dari rombongan. Pada suatu ketika ada kerbau yang bernama Abdi dan Budi mereka saling berdiskusi, mengenai arah pulang yang harus mereka lalui. Abdi pun bertanya kepada Abdi kata Abdi "Abdi kita sudah berpisah dari rombongan sapi, lalu bagaimana kita pulang? ", Andi pun menjawab "Kalau begitu kita ikuti saja rombongan sapi yang lain yang tidak jauh, yang berada di depan sana". Singkat cerita Abdi ternyata berpisah dengan Andi, kata Abdi " Kemana kamu Andi ..Kenapa kamu tinggalkan saya sendiri disini", . Pada saat diperjalanan Abdi yang sedang kebingungan masuk ke dalam jurang yang gelap. Abdi pun meminta tolong pada binatang di sekitar jurang " Tolong bantu saya keluar dari jurang yang sangat gelap ini",Tak berselang lama pengembala pun datang .Dia pun sadar bahwa itu adalah Abdi kerbau yang dia miliki. Bukannya malah menolong kerbaunya dia malah menimbun jurang dengan tanah dan kotoran kerbau itu sendiri. Tetapi dengan kebiksanaan yang dimiliki kerbau dia pun dapat keluar dari jurang tersebut. Kerbau pun sadar bahwa pengembala itu menolongnya bukan menyiksanya. Akhirnya dengan menggoyangkan badan serta, selalu menimbun tanah dari pengembala akhirnya dia pun dapat keluar dari jurang kegelapan tersebut .
Pesan yang dapat diambil adalah walaupun kita dalam titik terendah, kita tidak boleh untuk menyerah dan tidak mudah untuk putus asa. Sebagai manusia walaupun kita dicaci, dihina bahkan di lempar kotoran, maka balas la dengan kebaikan dan setiap kesulitan pasti ada kemudahan dan jalan keluar.
Minggu, 24 November 2019
Senin, 07 Oktober 2019
MERESUME SISTEMATIKA PENULISAN SKIPSI MAHASISWA
RESUME SISTEMATIKA PENULISAN SKIPSI MAHASISWA PAI/FTIK IAIN PONTIANAK di PERPUSTAKAAN IAIN PONTIANAK
- SAMPUL
KUALITAS BUTIRAN SOAL ULANGAN UMUM SEMESTER GANJIL PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DIKELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 PONTIANAK TAHUN PELAJARAN 2015/2016
SKRIPSI
OLEH
KHAIRAH
- MOTO
Untuk kedua orang tua tercinta.
- ABSTRAK
30 butir soal tidak ada mencakup kriteria yang baik harus memiliki vadilitas, rehabilitas, tingkat kesungkaran, daya pembeda, dan fungsi pengecoh. Mata pelajaran PAI kelas XI SMA Negeri 2 tahun 2015/2016 belum berkualitas.
- DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR DIAGRAM
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Masalah Penelitian
BAB II : KUALITAS BUTIRAN SOAL
A. Kualitas Butir Soal
B.Hasil Penelitian
BAB III : METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Lokasi atau Waktu Penelitian
C. Sumber Data
D. Variabel dan Definisi Operasional
E. Teknik Pengumpulan Data
F. Alat Pengumpul Data
G. Teknik Analisis Data
BAB IV : HASIL DATA dan PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
B. Analisis Data
C. Temuan dan Pembahasan
BAB V : PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Implikasi
C. Keterbatasan Penelitian
D. Saran
- KUTIPAN
1. Zainal Arifin ( 2013:4 ) sebagai berikut suatu proses yang tersusun secara teratur dan berkelanjutan untuk memperoleh berbagai informasi mengenai proses dan hasil belajar yang telah dicapai siswa dalam rangka membuat keputusan tentang nilai.
( zainal Arifin 2013. Evaluasi Pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosda Karya )
2. Asep Jihad dan Abdul Haris ( 2012 : 67 ) tes merupakan pertanyaan yang harus dijawab, harus ditanggapi harus dilaksanakan oleh orang yang dites.
( Asep Jihad dan Abdul Haris. 2012 Evaluasi Pembelajaran Yogyakarta : Multi Pressido )
3. Galuh Werdiningsih ( 2014:2 ) melakukan analisis butir soal ditinjau dari segi validitas, rehabilitas, daya pembeda, tingkat kesungkaran dan fungsi pengecoh.
( Galuh Werdiningsih. 2014 Analisis kualitas butir soal UAS gasal ekonomi kelas XII IPS SMA Negeri 2 BANGUTAPAN tahun 2014/2015. Jurnal Yogyakarta:Universitas Negeri Yogyakarta )
4. Suharsimi Arikunto ( 2013:105 ) tes paralel atau ekuvalen adalah dua buah tes yang memili kesamaan tujuan, untuk tingkat kesukaran dan susunan tetapi butir soalnya berbeda.
( Suharsimi Arikunto.2012 Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Jakarta : Bumi Aksara )
5. Sugiyono ( 2015:182 ) tes ekuivalen adalah instrumen dari segi bahasa berbeda, tetapi isinya sama.
( Sugiyono 2015 Metode Penelitian Menajemen. Bandung : alfabeta )
6. Puji Oktariani adalah semua populasi dijadikan dalam penelitian.
( Puji Oktariani.2011 Analisis Butir soal ulangan kelas X MAN 1 Pontianak tahun 2010-2011 skipsi Pontianak : satin Pontianak )
7. Surtrisno Hadi.( 2007:53 ) riset lapangan merupakan penelitian di lapangan untuk memperoleh suatu data.
( Sutrino Hadi.2007. Metedologi Research Yogyakarta : Andi Offset )
8. Asep Jihad dan Abdul Haris ( 2012:181 ) uji rehabilitas dilakukan dengan metode spearman-brown untuk meningkatkan reliabel soal ulangan.
( Asep Jihad dan Abdul Haris 2012. Evaluasi Pembelajaran Yogyakarta : Multi Pressido )
9. Margono ( 2003:118 ) adalah seluruh data yang menjadi perhatian ketika dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang ditentukan.
( Margono.2003. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT Asdi Mahasatya )
10. M.Chabib Thoha ( 2001:147 ) soal yang baik itu mampu membedakan siswa yang pandai dan tidak.
( Chabib Thoha 2001 Teknik Evaluasi Pendidikan. Jakarta PT Raja Grafindo Persada )
- DAFTAR PUSTAKA
1. Ahmad Fikri Aji Pamilu 2014 Analisis Butir Soal pada ulangan akhir semester gasal mata pelajaran aqidah akhlak kelas X MAN Yogyakarta III tahun pelajaran 2013-2014 skripsi Yogyakarta : UIN Sunan Kalijaga.
2. Ali Hasmy. 2010. Pengembangan Instrumen Pengaturan Diri dan Beberapa Hal Yang Terkait Dengannya Yogyakarta :UNY3. Anas Sudijono. 2006. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT. raja Grafindo
4. Daryanto. 2012. Evaluasi Pendidikan . Jakarta
5. M.Chabib Thoha 2001. Teknik Evaluasi Pendidikan Jakarta : PT. raja Grafindo Parsada
6. Margono. 2003. Metode penelitian pendidikan. Jakarta : PT. Asdi Mahasatya
7. Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta
8. Kumaidi. 2009 Konstruksi Instrumen. Bahan Kuliah Pascasarjana. Yogyakarta : UNY
9. Mardalis. 2008. Metode Penelitian Suatu Proposal. Jakarta : PT bumi Aksara
10. Departemen Agama RI 2008. Al-Qur'an dan Terjemahan , Bandung . Diponegoro
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3
Gambar 4
Gambar 5
Gambar 6
Sabtu, 05 Oktober 2019
Observasi Prinsip Penggunaan EYD / PUEBI
Assalammu'alaikum warahmatullah hiwabarakatuh, pada hari ini saya akan melaporkan hasil observasi mengenai tugas kesalahan dalam penggunaan kalimat di sebuah poster, stiker, spanduk, papan nama dan lain-lain di lingkungan masyarakat
- Alamat : Jalan Karya Baru gg. Karya baru 6
- Waktu : Hari Kamis 3 Oktober 2019 Pukul 08.15 WIB
- Analisis : Berdasarkan pengamatan saya terdapat kesalahan pada kata prapon yang seharusnya pra-PON karena diikuti dengan singkatan contoh lainnya seperti pro-PBB
- Sumber : Buku EYD https://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/EYD
- Alamat : Jalan Karya Baru Gg Karya Baru 6
- Waktu :Hari Kamis 3 Oktober 2019 Pukul 06.27 WIB
- Analisis : Terdapat kesalahan pada kata prilaku yang seharusnya perilaku karena gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai
- Sumber : PUEBI https://puebi.readthedocs.io/en/latest/kata/gabungan-kata/
- Alamat : Jalan Karya Baru Gg Karya Baru 6
- Waktu : Hari Kamis 3 Oktober 2019 Pukul 06.27 WIB
- Analisis : Menurut saya kata tersebut tidak tepat karena pada singkatan seharusnya tidak menggunakan titik karena titik digunakan pada saat singkatan nama orang seperti gelar, sapaan ataupun pangkat
- Sumber : PUEBI https://dosenbahasa.com/tata-cara-penulisan-singkatan
- Alamat : Jalan Karna Sosial nomor 20 C
- Waktu : Senin 30 September 2019 Pukul 10.15 WIB
- Analisis : Terdapat kesalahan pada penulisan alamat yaitu pada kata jl seharusnya jalan dan juga no seharusnya nomor
- Sumber : EYD dan PEUBI https://www.literasi.net/2018/01/cara-penulisan-nama-alamat-tujuan-surat.html
- Alamat : Jalan Sultan Syarif Abdurahman nomor 54 Pontianak
- Waktu : Senin 30 September 2019 Pukul 09.50
- Analisis : Terdapat kesalahan dalam menggunakan kata praktek tetapi praktik dan juga kesalahan pada penulisan alamat yaitu pada kata jl seharusnya jalan dan juga no seharusnya nomor
- Alamat : Jalan Mujahidin di parkir halaman Masjid Mujahidin Pontianak
- Waktu : Senin 30 September 2019 Pukul 10.30 WIB
- Analisis : Menurut saya kesalahan dalam menggunakan kata dan tidak boleh disingkat &
- Alamat : Jalan Kota Baru di area taman akcaya
- Waktu : Senin 30 September 2019 Pukul 09.30
- Analisis : Penggunaan di- sebagai imbuhan, bentuk terikat yang tidak dapat berdiri sendiri dan tidak memiliki makna bila tak disatukan dengan kata lain jadi penulisan tersebut sudah tepat.
-
- Alamat : Jalan Karya baru Gg karya baru 6
- Waktu : Hari Kamis 3 Oktober 2019 Pukul 08.30 WIB
- Analisis : Berdasarkan terdapat kesalahan pada kata prilaku yang seharusnya perilaku karena gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai sedangkan yang lainnya sudah tepat
- Sumber :
- PUEBI https://puebi.readthedocs.io/en/latest/kata/gabungan-kata/
- Alamat : Jalan Mujahidin diarea mesjid Mujahidin
- Waktu : Hari Senin 30 September 2019 Pukul 13.00 WIB
- Analisis : Berdasarkan analisis saya penulisan tersebut sudah tepat
- Sumber : Pemikiran dan refrensi https://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/EYD
- Alamat : Jalan Kota Baru di area taman akcaya
- Waktu :Senin 30 September 2019 Pukul 09.45 WIB
- Analisis : Tidak terdapat kesalahan dalam penggunaaan kata
- Sumber : Pemikiran diri sendiri
SEKIAN DARI HASIL OBSERVASI SAYA MOHON MAAF ATAS SEGALA KEKURANGAN
ASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI HIWABARAKATUH
Senin, 16 September 2019
Pengalaman berbahasa
Pengalaman saya dalam berbahasa dengan orang lain terutama pada mahasiswa tidak ada kendala yang serius. Tetapi saya bingung karena orang tua saya berbeda suku, ayah suku jawa dan ibu suku melayu. Pada saat saya bermain atau berkumpul dengan keluarga ayah di situ saya bingung mereka berbicara apa karena tidak ada di ajarkan dari orang tua untuk belajar bahasa jawa. Pengalaman saya pada keluarga ayah yaitu saya mendengar kata koe, madang, wes ados, wedos dan lain sebagai nya. Saya pun bingung itu artinya apa karena itu asing bagi saya. Tetapi dengan berjalannya waktu akhirnya saya dapat menyesuaikan kodisi di keluarga ayah yang berbahasa jawa. Dengan sering bergaul, berinteraksi dengan keluarga ayah saya pun sedikit mengerti bahasa jawa walaupun tidak semua yang saya tau. Kata yang sering disebut yaitu koe. Menurut saya itu adalah kue yang dalam bahasa indonesia itu artinya makanan tetapi dalam bahasa jawa itu artinya kamu. Disitulah saya mengetahui dengan sering berkata seperti itu. Ada juga kata lain seperti wes ados menurut saya itu adalah sebuah benda tetapi, itu artinya adalah sudah mandi belum. Dan masih banyak kata yang belum saya ketahui mengenai bahasa. Jadi sampai sekarang saya bingung mengenai suku tersebut. Hal tersebut juga didapatkan di keluarga besar ibu saya. Terutama nenek atau adik ibu saya yang berasal dari singkawang. Mereka berbicara bahasa melayu singkawang. Benar pada saat pembahasan tentang bahasa indonesia tadi, walaupun sama bahasa melayu nya tetapi beda dalam penyampaian nya. Walaupun ada sedikit kesamaan, itulah indonesia yang memiliki berbagai macam bahasa yang memperkaya negeri nusantara itu sendiri. Pada saat itu ibu saya berkata misalnya sian, kelak, en da an dan masih banyak yang lain nya. Kata tersebut tidak terlalu sulit untuk bisa di mengerti arti nya. Bahasa melayu pontianak dengan singkawang tidak terlalu banyak perbedaan. Setelah beberapa lama berbicara bahasa melayu singkawang akhirnya bisa memahami artinya. Di sini saya dapat pembelajaran dari kedua bahasa orang tua saya yang berbeda suku. Tepapi saya tetap bangga dengan suku dan budaya yang berbeda beda tetapi itulah indonesia.
Senin, 09 September 2019
Assalamualaikum warahmatullah hiwabarakatuh, saya akan memperkenalkan diri saya di blog ini. Nama saya Muhammad irfan saya lahir pada tanggal 1 Mei 2001 di Pontianak, saya lahir dari pasangan Mardiono dan Desi sukaisih. Saya lahir dari keluarga sederhana , saya anak pertama dari tiga bersaudara . Adik saya kembar yang bernama Luthfi dan Latifah. Sejak kecil saya di panggil ipan dengan memiliki sifat yang sedikit cengeng tetapi saya sudah tidak cengeng lagi. Sejak kecil saya sangat suka bermain bola, yang menjadi cita- cita saya dan juga memiliki terketarikkan kepada seni yaitu Kuda lumping . Alasan saya suka kesenian tersebut karena kakek saya sering memutar dvd kuda lumping tersebut . Waktu kecil saya habisin waktu dengan bermain dengan teman . Setelah meranjak remaja waktu SMP saya pernah di bully , di situ saya banyak mendapatkan pelajaran yang luar biasa . Walaupun trauma itu masih ada dampak dari pembulian tersebut saya menjadi sedikit murung dan sulit bersosialisasi terhadap tetangga dan orang sekitar . Waktu itu setelah kelas 1 SMP semester 2 saya mencoba berani dan tidak takut lagi terhadap orang tersebut saya melawan dan menentang apa yang dia suruh kepada saya . Dan sekarang menjadi teman baik saya , kini dia menjadi salah satu sahabat saya . Setelah lulus SMP saya masuk ke SMA favorit di Pontianak yaitu SMA Negeri 7 Pontianak Selatan. Disitu saya memiliki sedikit kebanggaan sediri. Di SMA saya sedikit lebih pendiam karena fokus belajar tetapi semenjak kelas 3 SMA saya lebih bermain main dalam belajar disekolah . Pada saat itu saya malah terfokus pada ekskul yaitu sepak bola dan pada akhirnya saya mendapatkan juara 2 dari cabang sepak bola tersebut walaupun saya sering menjadi cadangan. Inilah satu satunya piala yang saya persembahkan di SMA Negeri 7. Pada waktu ujian SMA saya tidak serius untuk mengikuti dan hasilnya pun cukup mengecewakan walaupun nilai tersebut bukan menjadi tolak ukur untuk masuk universitas . Waktu SMA saya sering mendapatkan nilai yang baik untuk masuk melalui SNMPTN. Saya mencoba banyak Universitas dari UNTAN POLNEP dan IAIN dan semua tidak lulus lewat jalur SNMPTN atau menggunakan nilai . Setelah jalur SNMPTN lalu saya coba jalur SBMPTN yaitu jalur tes dan hasilnya saya lulus di IAIN . Saya tidak menyangka karena saya tidak ada latar belakang belajar agama di SMA . Waktu SMA saya berada di jurusan MIPA dan bertolak belakang dengan IAIN yang yang jurusan saya ambil yaitu Pendidikan Agama Islam, hal tersebut bukan menjadi hambatan untuk terus belajar. Diselah waktu itu pada saat sebelum tes di IAIN saya mencoba mendaftar Polisi dan pada akhirnya tidak lulus . Memang rejekinya di IAIN yang bukan menjadi keinginan saya ,dan akhirnya saya pun mau tidak mau masuk di IAIN . Tetapi inilah yang terbaik untuk saya dari Allah Swt. Misi saya yaitu ingin menjadi guru dan hal itu bukanlah hal yang mudah saya akan belajar sungguh sungguh dan Insyallah saya akan mendapatkan. Prinsip saya yaitu manjaddah wajjadah siapa bersungguh sungguh di akan dapat itulah janji Allah kepada umatnya yang mau berusaha. Sekian cerita singkat mengenai kehidupan saya. Wasalammu'alaikum warahmatullah hiwabarokatuh.
Langganan:
Komentar (Atom)















