Senin, 16 September 2019

Pengalaman berbahasa

Pengalaman  saya dalam berbahasa dengan orang  lain terutama pada mahasiswa tidak   ada kendala yang serius.  Tetapi saya bingung  karena orang tua saya berbeda suku, ayah suku jawa dan ibu suku melayu. Pada saat saya bermain atau berkumpul  dengan keluarga  ayah di situ saya bingung  mereka  berbicara  apa karena tidak ada di ajarkan dari orang  tua untuk  belajar  bahasa  jawa. Pengalaman saya pada keluarga  ayah yaitu saya mendengar kata koe, madang,  wes ados, wedos dan lain sebagai nya. Saya pun bingung  itu artinya  apa karena itu  asing bagi saya. Tetapi  dengan berjalannya waktu akhirnya  saya dapat menyesuaikan kodisi di keluarga  ayah yang berbahasa jawa. Dengan sering bergaul, berinteraksi dengan keluarga  ayah saya pun sedikit mengerti bahasa jawa walaupun tidak semua yang saya tau. Kata yang sering disebut  yaitu koe. Menurut saya itu adalah  kue yang dalam bahasa indonesia  itu artinya makanan tetapi  dalam bahasa  jawa itu artinya  kamu. Disitulah saya mengetahui dengan sering berkata seperti itu. Ada juga kata lain seperti wes ados menurut  saya itu adalah sebuah benda tetapi, itu artinya adalah sudah mandi belum. Dan masih banyak kata yang belum saya ketahui mengenai  bahasa. Jadi sampai sekarang  saya bingung mengenai suku tersebut. Hal tersebut juga didapatkan di keluarga besar ibu saya. Terutama nenek atau adik ibu saya yang berasal dari singkawang. Mereka berbicara bahasa melayu singkawang. Benar pada saat pembahasan tentang  bahasa indonesia tadi, walaupun sama bahasa melayu nya tetapi beda dalam penyampaian nya. Walaupun ada sedikit kesamaan, itulah indonesia yang memiliki berbagai macam bahasa yang memperkaya negeri nusantara itu sendiri. Pada saat itu ibu saya berkata misalnya sian, kelak, en da an dan masih banyak yang lain nya. Kata tersebut tidak terlalu sulit untuk bisa di mengerti arti nya. Bahasa melayu pontianak dengan singkawang tidak terlalu banyak perbedaan. Setelah beberapa lama berbicara bahasa melayu singkawang akhirnya bisa memahami artinya. Di sini saya dapat  pembelajaran dari kedua bahasa orang tua saya yang berbeda suku. Tepapi saya tetap  bangga dengan suku dan budaya yang berbeda beda tetapi itulah indonesia.

Senin, 09 September 2019

Assalamualaikum warahmatullah hiwabarakatuh, saya akan memperkenalkan diri saya di blog ini. Nama saya Muhammad irfan saya lahir pada tanggal 1 Mei 2001 di Pontianak, saya lahir dari pasangan Mardiono dan Desi sukaisih. Saya lahir dari keluarga sederhana , saya anak pertama dari tiga bersaudara . Adik saya kembar yang bernama Luthfi dan Latifah. Sejak kecil saya di panggil ipan dengan memiliki sifat yang sedikit cengeng tetapi saya sudah tidak cengeng lagi. Sejak kecil saya sangat suka bermain bola, yang menjadi cita- cita saya  dan juga memiliki terketarikkan kepada seni yaitu Kuda lumping . Alasan saya suka kesenian tersebut karena kakek saya sering memutar dvd kuda lumping tersebut . Waktu kecil saya habisin waktu dengan bermain dengan teman . Setelah meranjak remaja waktu SMP saya pernah di bully , di situ saya banyak mendapatkan pelajaran yang luar biasa . Walaupun trauma itu masih ada dampak dari pembulian tersebut saya menjadi sedikit murung dan sulit bersosialisasi terhadap tetangga dan orang sekitar . Waktu itu setelah kelas 1 SMP semester 2 saya mencoba berani dan tidak takut lagi terhadap orang tersebut saya melawan dan menentang apa yang dia suruh kepada saya . Dan sekarang menjadi teman baik saya , kini dia menjadi salah satu sahabat saya . Setelah lulus SMP saya masuk ke SMA favorit di Pontianak yaitu SMA Negeri 7 Pontianak Selatan. Disitu saya memiliki sedikit kebanggaan sediri. Di SMA saya sedikit lebih pendiam karena fokus belajar tetapi semenjak kelas 3 SMA saya lebih bermain main dalam belajar disekolah . Pada saat itu saya malah terfokus pada ekskul yaitu sepak bola dan pada akhirnya saya mendapatkan juara 2 dari cabang sepak bola tersebut walaupun saya sering menjadi cadangan. Inilah satu satunya piala yang saya persembahkan di SMA Negeri 7. Pada waktu ujian SMA saya tidak serius untuk mengikuti dan hasilnya pun cukup mengecewakan walaupun nilai tersebut bukan menjadi tolak ukur untuk masuk universitas . Waktu SMA saya sering mendapatkan nilai yang baik untuk masuk melalui SNMPTN. Saya mencoba banyak Universitas dari UNTAN POLNEP dan IAIN dan semua tidak lulus lewat jalur SNMPTN atau menggunakan nilai . Setelah jalur SNMPTN lalu saya coba jalur SBMPTN yaitu jalur tes dan hasilnya saya lulus di IAIN . Saya tidak menyangka karena saya tidak ada latar belakang belajar agama di SMA . Waktu SMA saya berada di jurusan MIPA dan bertolak belakang dengan IAIN yang yang jurusan saya ambil yaitu Pendidikan Agama Islam, hal tersebut bukan menjadi hambatan untuk terus belajar. Diselah waktu itu pada saat sebelum tes di IAIN saya mencoba mendaftar Polisi dan pada akhirnya tidak lulus . Memang rejekinya di IAIN yang bukan menjadi keinginan saya ,dan akhirnya saya pun mau tidak mau masuk di IAIN . Tetapi inilah yang terbaik untuk saya dari Allah Swt. Misi saya yaitu ingin menjadi guru dan hal itu bukanlah hal yang mudah saya akan belajar sungguh sungguh dan Insyallah saya akan mendapatkan. Prinsip saya yaitu manjaddah wajjadah siapa bersungguh sungguh di akan dapat itulah janji Allah kepada umatnya yang mau berusaha. Sekian cerita singkat mengenai kehidupan saya. Wasalammu'alaikum warahmatullah hiwabarokatuh.