Kelas : PAI 4 A
DOSEN PENGAMPU : Farninda Aditya, M.Pd
Metode
pembelajaran banyak macam-macam dan jenisnya, setiap jenis metode pembelajaran
mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing, tidak menggunakan satu macam
metode saja, mengkombinasikan penggunaan beberapa metode yang sampai saat ini
masih banyak digunakan dalam proses belajar mengajar. Menurut Nana
Sudjana(dalam buku Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, 1989:78 – 86), terdapat
bermacam-macam metode dalam pembelajaran, yaitu Metode ceramah, Metode Tanya
Jawab, Metode Diskusi, Metode Resitasi, Metode Kerja Kelompok, Metode
Demonstrasi dan Eksperimen, Metode sosiodrama (role-playing), Metode problem
solving, Metode sistem regu (team teaching), Metode latihan (drill), Metode
karyawisata (Field-trip), Metode survai masyarakat, dan Metode simulasi. Untuk lebih
jelasnya, penulis uraikan beberapa jenis metode pembelajaran sebagai berikut:
Metode
ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini tidak
senantiasa jelek bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung
dengan alat dan media, serta memperhatikan batas-batas kemungkinan
penggunaannya. Menurut Ibrahim, (2003: 106) metode ceramah
adalah suatu cara
mengajar yang digunakan
untuk menyampaikan keterangan atau informasi atau uraian tentang suatu
pokok persoalan serta masalah secara lisan
Metode
ini seringkali digunakan guru dalam menyampaikan pelajaran apabila menghadapi
sejumlah siswa yang cukup banyak, namun perlu diperhatikan juga bahwa metode
ini akan berhasil baik apabila didukung oleh metode-metode yang lain, misalnya
metode tanya jawab, latihan dan lain-lain. Guru harus benar-benar siap dalam hal
ini, karena jika disampaikan hanya ceramah saja dari awal pelajaran sampai
selesai, siswa akan bosan dan kurang berminat dalam mengikuti pelajaran, bahkan
bisa-bisa siswa tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh gurunya.
a. Kelebihan metode ceramah
1) Guru lebih menguasai kelas.
2) Mudah mengorganisasikan tempat duduk/kelas.
3) Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar.
4) Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya.
5) Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik.
b. Kelemahan metode ceramah
1) Mudah menjadi verbalisme (pengertian
kata-kata).
2) Yang
visual menjadi rugi,
yang auditif (mendengar)
lebih biasa menerima.
3) Membosankan bila selalu digunakan dan terlalu
lama.
4) Sukar menyimpulkan siswa mengerti dan
tertarik padaceramahnya.
Metode
Pembelajaran Tanya Jawab
Metode
Tanya Jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi
langsung yang bersifat ywo way traffic, sebab pada saat yang sama terjadi
dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa menjawab atau siswa bertanya
guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik
secara langsung antara guru dengan siswa.
Metode tanya
jawab dapat juga diartikan
sebagai metode mengajar
yang memungkinkan terjadinya komunikasi
langsung yang bersifat
dua arah sebab pada
saat yang sama terjadi
dialog antara guru
dan siswa. Guru bertanya
siswa menjawab atau siswa bertanya guru menjawab.
a.
Kelebihan metode tanya jawab
1) Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan
perhatian siswa.
2) Merangsang siswa untuk melatih dan
mengembangkan daya pikir, termasuk daya
ingatan.
3) Mengembangkan
keberanian dan keterampilan
siswa dalam menjawab dan
mengemukakan pendapat.
b.
Kelemahan metode tanya jawab
1) Siswa merasa takut bila guru kurang dapat
mendorong siswa untuk berani dengan
menciptakan suasana yang tidak tegang.
2) Tidak
mudah membuat pertanyaan
yang sesuai dengan
tingkat berpikir dan mudah dipahami siswa.
3) Sering membuang banyak waktu.
4) Kurangnya
waktu untuk memberikan
pertanyaan kepada seluruh siswa.
Metode
diskusi
Metode
Pembelajaran Diskusi
Metode
diskusi adalah bertukar
informasi, berpendapat, dan
unsur-unsur pengalaman
secara teratur dengan
maksud untuk mendapat
pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih cermat tentang
permasalahan atau topik yang sedang dibahas.
Dengan
demikian, Metode Diskusi adalah metode pembelajaran berbentuk tukar
menukar informasi, pendapat dan unsur-unsur pengalaman secara teratur dengan
maksud untuk mendapat pengertian yang sama, lebih jelas dan lebih teliti
tentang sesuatu atau untuk mempersiapkan dan merampungkan keputusan bersama.
Oleh karena itu diskusi bukanlah debat, karena debat adalah perang mulut orang
beradu argumentasi, beradu paham dan kemampuan persuasi untuk memenangkan
pahamnya sendiri. Dalam diskusi tiap orang diharapkan memberikan sumbangan
sehingga seluruh kelompok kembali dengan paham yang dibina bersama.
a.
Kelebihan metode diskusi
1) Merangsang
kreatifitas anak didik
dalam bentuk ide,
gagasan, prakarsa dan terobosan
baru dalam pemecahan masalah.
2) Mengembangkan sikap saling menghargai
pendapat orang lain.
3) Memperluas wawasan.
4) Membina
untuk terbiasa musyawarah
dalam memecahkan suatu masalah.
b.
Kelemahan metode diskusi
1) Membutuhkan waktu yang panjang.
2) Tidak dapat dipakai untuk kelompok yang besar.
3) Peserta mendapat informasi yang terbatas.
4) Dikuasai
orang-orang yang suka
berbicara atau ingin menonjolkan diri.
Metode
demonstrasi
Metode
Pembelajaran Demontrasi
Metode demonstrasi
dan eksperimen merupakan metode mengajar yang sangat
efektif, sebab membantu para siswa untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri
berdasarkan fakta yang benar. Demonstrasi yang dimaksud ialah suatu metode
mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu.
Metode demonstrasi
adalah metode mengajar
yang cukup efektif sebab
membantu para siswa
untuk memperoleh jawaban
dengan mengamati suatu proses atau peristiwa tertentu.
a.
Kelebihan metode demonstrasi
1)
Menghindari verbalisme.
2)
Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari.
3)
Proses pengajaran lebih menarik.
4)
Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan dan mencoba
melakukannya sendiri.
b.
Kelemahan metode demonstrasi
1)
Memerlukan keterampilan guru secara khusus.
2)
Kurangnya fasilitas.
3)
Membutuhkan waktu yang lama.
Metode
Eksperimen
Metode
Pembelajaran Eksperimen
Metode
Eksperimen, metode ini bukan sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan satu
metode berfikir, sebab dalam Eksperimen dapat menggunakan metode lainnya
dimulai dari menarik data sampai menarik kesimpulan.
Metode eksperimen
adalah cara penyajian
pelajaran, di mana
siswa melakukan percobaan dengan
mengalami dan membuktikan
sendiri sesuatu yang dipelajari (Djamarah, 2002: 95).
Metode demonstrasi
dan eksperimen merupakan metode mengajar yang sangat
efektif, sebab membantu para siswa untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri
berdasarkan fakta yang benar. Demonstrasi yang dimaksud ialah suatu metode
mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu.
a.
Kelebihan metode eksperimen
1)
Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan
percobaan.
2)
Membina siswa membuat terobosan baru.
3)
Hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia.
b. Kelemahan metode eksperimen
1)
Cenderung sesuai bidang sains dan teknologi.
2)
Kesulitan dalam fasilitas.
3)
Menuntut ketelitian, kesabaran, dan ketabahan.
4)
Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan.
Metode
latihan (drill)
Metode
Pembelajaran Drill atau latihana
Metode
latihan adalah suatu teknik mengajar yang mendorong siswa untuk
melaksanakan kegiatan latihan
agar memiliki ketangkasan
atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang dipelajari.
a. Kelebihan metode latihan
1) Untuk memperoleh kecakapan motoris.
2) Untuk memperoleh kecakapan mental
3) Untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk
asosiasi yang dibuat.
4) Pembentukan kebiasaan serta menambah
ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
5) Pemanfaatan kebiasaan yang tidak membutuhkan
konsentrasi.
6) Pembentukan kebiasaaan yang lebih otomatis.
b.
Kelemahan metode latihan.
1) Menghambat bakat dan inisiatif siswa.
2) Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada
lingkungan.
3) Monoton, mudah membosankan.
4) Membentuk kebiasaan yang kaku.
5) Dapat menimbulkan verbalisme.
Metode
Pemberian Tugas (Resitasi)
Metode
resitasi adalah metode penyajian bahan di mana guru memberikan tugas tertentu
agar siswa melakukan kegiatan belajar.
a.
Kelebihan metode resitasi
1) Merangsang
siswa dalam melaksanakan
aktivitas belajar baik individual maupun kelompok.
2)
Dapat mengembangkan kemandirian.
3)
Membina tanggung jawab dan disiplin siswa.
4)
Mengembangkan kreatifitas siswa.
b.
Kelemahan metode resitasi
1)
Sulit dikontrol.
2)
Khusus tugas kelompok yang aktif siswa tertentu.
3)
Sulit memberikan tugas yang sesuai perbedaan individu.
4)
Menimbulkan kebosanan. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Metode Pembelajaran
Dalam
melaksanakan suatu pembelajaran harus diawali dengan kegiatan perencanaan
pembelajaran. Perencanaan memiliki fungsi penting agar pembelajaran menjadi
lebih terarah. Dalam membuat perencanaan pembelajaran, banyak aspek yang harus
dipertimbangkan oleh guru. Oleh karenanya agar pelaksanaan pembelajaran dapat
berjalan dengan baik dan dapat meraih tujuan yang diharapkan, maka dalam
menyusun learning design perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan
metode pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar guru harus selalu mencari
cara-cara baru untuk menyesuaikan
pengajarannya dengan situasi
yang dihadapi. Metode-metode yang digunakan haruslah
bervariasi untuk menghindari kejenuhan pada siswa. Namun metode
yang bervariasi ini
tidak akan menguntungkan
bila tidak sesuai dengan
situasinya. Baik tidaknya
suatu metode pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai
faktor.
Berikut
ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode pembelajaran,
antara lain:
a. Siswa atau peserta didik
Pemilihan
suatu metode pembelajaran, harus menyesuaikan tingkatan jenjang pendidikan
siswa. Pertimbangan yang menekankan pada perbedaan jenjang pendidikan ini
adalah pada kemampuan peserta didik, apakah sudah mampu untuk berpikir abstrak
atau belum. Penerapan suatu metode yang sederhana dan yang kompleks tentu
sangat berbeda, dan keduanya berkaitan dengan tingkatan kemampuan berpikir dan
berperilaku peserta didik pada setiap jenjangnya
Di ruang
kelas guru akan
berhadapan dengan sejumlah
anak dengan latar belakang kehidupan yang berlainan.
Status sosial mereka juga bermacam-macam.
Demikian juga dengan
jenis kelamin serta
postur tubuh. Pendek kata dari aspek fisik selalu ada
perbedaan dan persamaan pada setiap anak didik.
Sedangkan dari segi
intelektual pun sama
ada perbedaan yang ditunjukkan dari
cepat dan lambatnya
tanggapan anak didik
terhadap rangsangan yang diberikan
dalam kegiatan belajar
mengajar. Aspek psikologis juga
ada perbedaan yaitu
adanya anak didik
yang pendiam, terbuka, dan
lain-lain. Perbedaan dari
aspek yang disebutkan
di atas mempengaruhi pemilihan
dan penentuan metode
yang mana sebaiknya guru ambil
untuk menciptakan lingkungan
belajar yang kreatif
dalam waktu yang relatif
lama demi tercapainya
tujuan pengajaran yang
telah dirumuskan secara operasional.
b.
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai
Setiap
pelaksanaan pembelajaran tentu memiliki tujuan pembelajaran yang hendak
dicapai. Penyelenggaraan pembelajaran bertujuan agar pesera didik sebagai warga
belajar akan memperoleh pengalaman belajar dan menunjukkan perubahan perilaku,
dimana perubahan tersebut bersifat positif dan bertahan lama. Kalimat tersebut
dapat dimaknai bahwa pembelajaran yang berhasil adalah pembelajaran yang tidak
hanya akan menambah pengetahuan peserta didik tetapi juga berpengaruh terhadap
sikap dan cara pandang peserta didik terhadap realitas kehidupan.
Tujuan pembelajaran adalah sasaran yang
dituju dari setiap
kegiatan belajar mengajar. Hal
ini dapat mempengaruhi
penyeleksian metode yang
harus digunakan. Metode yang
dipilih guru harus
sesuai dengan taraf
kemampuan yang hendak diisi ke
dalam diri setiap anak didik. Jadi metode harus disesuaikan dengan tujuan
pembelajaran.
c.
Faktor materi pembelajaran
Materi
pelajaran memiliki tingkat kedalaman, keluasan, kerumitan yang berbeda-beda.
Materi pembelajaran dengan tingkat kesulitan yang tinggi biasanya menuntut
langkah-langkah analisis dalam tataran yang beragam. Analisis bisa hanya pada
tataran dangkal, sedang, maupun analisis secara mendalam. Pemilihan metode
pembelajaran yang tepat mampu memberikan arahan praktis untuk mengatasi tingkat
kesulitan suatu materi pembelajaran.
d.
Situasi belajar mengajar
Situasi belajar
mengajar yang diciptakan
guru tidak selamanya
sama. Maka guru harus
memilih metode mengajar
yang sesuai dengan
situasi yang diciptakan. Di waktu lain, sesuai dengan sifat bahan dan
kemampuan yang ingin dicapai oleh tujuan maka guru menciptakan lingkungan
belajar secara berkelompok. Jadi situasi yang diciptakan mempengaruhi pemilihan
dan penentuan metode mengajar.
e.
Fasilitas belajar mengajar
Fasilitas
pembelajaran berfungsi untuk memudahkan proses pembelajaran dan pemenuhan
kebutuhan proses pembelajaran. Bagi sekolah yang telah memiliki fasilitas
pembelajaran yang lengkap, ketersediaan fasilitas belajar bukan lagi suatu
kendala. Namun demikian tidak semua sekolah memiliki fasilitas pembelajaran
dengan standar yang diharapkan. Keadaan tersebut hendaknya tidak menjadi suatu
hambatan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang tetap mampu menjangkau
tujuan pembelajaran. Dalam kondisi tertentu, guru-guru yang memiliki semangat
dan komitmen yang kuat tetap mampu menyelenggarakan pembelajaran yang menarik,
menyenangkan, dan mampu mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Fasilitas merupakan
hal yang mempengaruhi
pemilihan dan penentuan metode mengajar.
Fasilitas adalah kelengkapan
yang menunjang belajar anak
di sekolah. Lengkap
tidaknya fasilitas belajar
akan mempengaruhi pemilihan
metode mengajar.
f.
Faktor alokasi waktu pembelajaran.
Pemilihan
metode pembelajaran yang tepat juga harus memperhitungkan ketersediaan waktu.
Rancangan belajar yang baik adalah penggunaan alokasi waktu yang dihitung
secara terperinci, agar pembelajaran berjalan dengan dinamis, tidak ada waktu
terbuang tanpa arti. Kegiatan pembukaan, inti, dan penutup disusun secara sistematis.
Dalam kegiatan inti yang meliputi tahap eksplorasi – elaborasi – konfirmasi,
mengambil bagian waktu dengan porsi terbesar dibandingkan dengan kegiatan
pembuka dan penutup.
g.
Guru.
Latar belakang
pendidikan guru diakui
mempengaruhi kompetensi.
Kurangnya penguasaan terhadap
berbagai jenis metode
menjadi kendala dalam memilih
dan menentukan metode.
Apalagi belum memiliki pengalaman mengajar
yang memadai. Tetapi
ada juga yang
tepatmemilihnya namun dalam
pelaksanaannya menemui kendala
disebabkan labilnya
kepribadian dan dangkalnya
penguasaan atas metode
yang digunakan.