Nama : Muhammad irfan
DOSEN PENGAMPU : Farninda Aditya, M.Pd
Konsep
Manajemen Kelas
A.
Manajemen kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim
pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam
pembelajaran (Mulyasa 2006:91).
Ditambahkan lagi oleh Nawawi (dalam Djamarah 2006:177) ”Manajemen atau
manajemen kelas dapat diartikan sebagai kemampuan guru dalam mendayagunakan
potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap
personal untuk melakukan kegitan-kegiatan yang kreatif dan terarah”. Arikunto
(dalam Djamarah 2006:177) juga berpendapat bahwa manajemen kelas adalah suatu
usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang
membantu dengan maksud agardicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana
kegiatan belajar yang seperti diharapkan”.[6]
Berdasarkan
pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas
merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara
sistematis yang mengarah pada penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan
ruang belajar, mewujudkan situasi atau kondisi proses belajar mengajar berjalan
dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai.
Ada
dua tujuan penting diterapkannya manajemen kelas spatial learning, yaitu tujuan
utama dan tujuan pendukung.Adapun tujuan utamanya adalah menjaga dan
meningkatkan semangat siswa dalam mempelajari materi-materi yang diajarkan
didalam kelas.
Tujuan
pendukungnya adalah mendukung tercapainya tujuan pengajaran didalam kelas,
menciptakan suasana belajar yang kondusif didalam kelas, mencetak siswa-siswa yang
handal dan siap bersaing dengan siswa-siswa dari sekolah lain, agar siswa dapat
memahami dan menguasai seluruh materi pelajaran yang diajarkan oleh guru, agar
siswa bersemangat dalam belajar didalam kelas, agar siswa betah didalam kelas
dan konsentrasi.
B. Fungsi Manajemen Kelas
Selain
memberikan makna penting bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang
optimal, manajemen kelas berfungsi :
a. Memberikan dan melengkapi fasilitas
untuk segala macam tugas seperti membantu kelompok dalam pembagian tugas,
membantu pembentukan kelompok, membantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan
organisasi, membantu individu agar dapat bekerja sama dengan kelompok atau
kelas, membantu prosedur kerja, mengubah kondisi kelas.
b. Memelihara agar tugas-tugas itu dapat
berjalan dengan lancar.
C.
. Tujuan Manajemen Kelas
Menurut
Usman pengelolaan kelas memiliki dua tujuan, yaitu:
1. Tujuan umum pengelolaan kelas adalah
menyediakan dan menggunakan fasilitas belajar untuk bermacam-macam kegiatan
belajar mengajar agar mencapai hasil yang baik.
2. Tujuan khususnya adalah mengembangkan
kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan
kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu
siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.[7]
Suharsimi
Arikunto (2004), berpendapat bahwa tujuan manajemen kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat
bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif
dan efisien. Untuk lebih jelasnya Arikunto menguraikan rincian
tujuan manajemen kelas, sebagaimana berikut ini :
a. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas,
baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang
memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
b. Menghilangkan berbagai hambatan yang
dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
c. Menyediakan dan mengatur fasilitas
serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai
dengan lingkungan siaoal, emosional dan
intelek siswa dalam belajar.
d. Membina dan membimbing siswa sesuai
dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individunya.
Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, (1996).
Menurut
Ahmad (1995:2) bahwa tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut:
a. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas,
baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang
memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
b. Menghilangkan berbagai hambatan yang
dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.
c. Menyediakan dan mengatur fasilitas
serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai
dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
d. Membina dan membimbing sesuai dengan
latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya
D. Fokus Manajemen Kelas Spatial Learning
Fokus
atau sasaran utamanya adalah meningkatkan efektivitas pengajaran didalam kelas,
meningkatkan penguasaan materi pelajaran bagi siswa , meningkatkan minat a
belajar siswa, mencegah penurunan minat belajar siswa, mencegah ketidaknyamanan
bagi guru selama proses mengajar, mengoptimalkan fungsi perlengkapan atau
peralatan didalam kelas, mengoptimalkan fungsi sekoalah sebagai tempat belajar
paling nyaman, mengatasi gangguan-gangguan yang umum terjadi pada siswa.
E. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektifitas
Manajemen Kelas Spatial Learning
Adapun
faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas manajemen kelas spatial learning
diantaranya ukuran ruang kelas yang tidak memadai atau tidak ideal untuk jumlah
siswa, ukuran kelas yang tidak mendukung terciptanya suasana belajar yang
harmonis, tidak tersedianya lemari yang dapat digunakan sebagai tempat untuk
menyimpan perlengkapan atau peralatan, tidak tersedianya lubang ventilasi yang
cukup, pencahayaan yang kurang terang, lokasi ruangan kelas yang sangat dekat
dengan kebisingan, papan tulis atau layar OHP sebagai media pengajaran yang
tidak dapat dilihat tampilannya dari seluruh sudut kelas.
F. Petunjuk-Petunjuk Penting dalam
Pelaksanaaan Manajemen Kelas Spatial Learning
Menjadikan
wilayah sentral kegaduhan menjadi sentral pembelajaran
Memastikan
posisi diri dapat memantau siswa dan dijangkau oleh seluruh siswa
Memastikan
papan tulis atau layar OHP dapat dilihat siswa dengan mudah dan jelas
G. Panduan Pelaksanaan Manajemen Kelas Spatial
Learning yang Komprehenshif
Dinding
didalam kelas hendaknya ditempel poster serta bulletin yang menarik dan bias
membangkitkan minat belajar siswa.
Ruangan
lantai hendaknya diatur perlengkapannya, sehingga posisi guru dan papan tulis
atau layar OHP yang digunakan untuk presentasi materi pelajaran tetap bisa
dilihat dengan mudah oleh seluruh siswa dari setiap sudut ruangan kelas.
Meja
tulis siswa hendaknya diatur secara berkelompok dan tidak berbaris-baris,
tetapi tetap menyediakan jalan yang cukup bagi guru untuk berjalan-jalan disela
sela meja tulis siswa.
Apabila
ruangan kelas cukup luas, pada sisi kanan menja tulis siswa sebaiknya diberi
meja belajar yang dapat digunakan siswa untuk berdiskusi atau belajar kelompok.
Komputer
khusu yang disediakan untuk siswa sebaiknya tidak ditempatkan diruang kielas,
malainkan cukup diruang khusus computer saja.
Lemari
yang menyimpan perlengkapan kelas dan buku-buku tugas siswa hendaknya diletakan
ditempat yang mudah diakses dan dekat dengan wilayah guru mengajar.
Disamping
meja guru, hendaknya disediakan computer khusus yang telah tersambung dengan
layanan internet yang dapat guru pergunakan untuk mencari bahan-bahan materi
pelajaran serta menyimpan data-data siswa yang berkaitan dengan latar belakang,
daftar kenakalan dan sebagainya.
Pada
dinding ruangan kelas, hendaknya dipasang jam dinding dan kalender yang cukup
besar sehingga mudah dilihat oleh seluruh siswa.
Tampilan
kelas dan hiasan dinding hendaknya diganti setiap pertengahan semester.
H.
Ruang Lingkup Manajemen Kelas
· Pengaturan Orang (Siswa)
Pengaturan
orang atau siswa adalah bagaimana mengatur dan menempatkan siswa dalam kelas
sesuai dengan potensi intelektual dan perkembangan emosionalnya.
· Pengaturan Fasilitas
Pengaturan
fasilitas adalah kegiatan pengaturan fisik kelas sehingga seluruh siswa dapat
terfasilitasi dalam aktivitasnya didalam kelasdan siswa merasa nyaman, senang,
aman serta belajar dengan baik
I. Prinsip-prinsip Manajemen Kelas
“Secara
umum faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan
yaitu, faktor intern dan faktor ekstern siswa.” (Djamarah 2006:184). Faktor
intern siswa berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku.
Kepribadian siswa denga ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan siswa
berbeda dari siswa lainnya sacara individual. Perbedaan sacara individual ini
dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.
Faktor ekstern siswa terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar,
penempatan siswa, pengelompokan siswa, jumlah siswa, dan sebagainya. Masalah
jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah siswa
di kelas, misalnya dua puluh orang ke atas akan cenderung lebih mudah terjadi
konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa di kelas cenderung lebih kecil
terjadi konflik. Djamarah (2006:185) menyebutkan “Dalam rangka memperkecil
masalah gangguan dalam pengelolaan kelas dapat dipergunakan prinsip-prinsip
pengelolaan kelas sebagai berikut:
1. Hangat dan Antusias
Hangat
dan Antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan
akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada
aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.
2. Tantangan
Penggunaan
kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahanbahan yang menantang akan meningkatkan
gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah
laku yang menyimpang.
3. Bervariasi
Penggunaan
alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik
akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian siswa. Kevariasian
ini merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan
menghindari kejenuhan.
4. Keluwesan
Keluwesan
tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah
kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajarmengajar
yang efektif. Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti
keributan siswa, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas dan sebagainya.
5. Penekanan pada Hal-Hal yang Positif
Pada
dasarnya dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang
positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negative. Penekanan
pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah
laku siswa yang positif daripada mengomeli tingkah laku yang negatif. Penekanan
tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran
guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar
mengajar.
6. Penanaman Disiplin Diri
Tujuan
akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan dislipin
diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengendalikan diri dan
pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila
ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.[9]
DAFTAR
PUSTAKA
Hilali,
Husni El. ”PENTINGNYA PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN”, Edu-Bio, Vol. 3,
2012.
Usman,
User. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009.
http://perencenaan.blogspot.co.id/,
Djiwandoko,
Sri Esti Wuryani. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia, 2006.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar