Rabu, 30 Juni 2021

Konsep Manajemen Kelas

 Nama : Muhammad irfan

Kelas : PAI 4 A
NIM  : 11901170
MAKUL : MAGANG 1 

DOSEN PENGAMPU : Farninda Aditya, M.Pd

Konsep Manajemen Kelas

A. Manajemen kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran (Mulyasa 2006:91).  Ditambahkan lagi oleh Nawawi (dalam Djamarah 2006:177) ”Manajemen atau manajemen kelas dapat diartikan sebagai kemampuan guru dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegitan-kegiatan yang kreatif dan terarah”. Arikunto (dalam Djamarah 2006:177) juga berpendapat bahwa manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agardicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar yang seperti diharapkan”.[6]

Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis yang mengarah pada penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi atau kondisi proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai.

Ada dua tujuan penting diterapkannya manajemen kelas spatial learning, yaitu tujuan utama dan tujuan pendukung.Adapun tujuan utamanya adalah menjaga dan meningkatkan semangat siswa dalam mempelajari materi-materi yang diajarkan didalam kelas.

Tujuan pendukungnya adalah mendukung tercapainya tujuan pengajaran didalam kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif didalam kelas, mencetak siswa-siswa yang handal dan siap bersaing dengan siswa-siswa dari sekolah lain, agar siswa dapat memahami dan menguasai seluruh materi pelajaran yang diajarkan oleh guru, agar siswa bersemangat dalam belajar didalam kelas, agar siswa betah didalam kelas dan konsentrasi.

 

B.    Fungsi Manajemen Kelas

Selain memberikan makna penting bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal, manajemen kelas berfungsi :

a.        Memberikan dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas seperti membantu kelompok dalam pembagian tugas, membantu pembentukan kelompok, membantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi, membantu individu agar dapat bekerja sama dengan kelompok atau kelas, membantu prosedur kerja, mengubah kondisi kelas.

b.      Memelihara agar tugas-tugas itu dapat berjalan dengan lancar.

 

C. .      Tujuan Manajemen Kelas

Menurut Usman pengelolaan kelas memiliki dua tujuan, yaitu:

1.    Tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas belajar untuk bermacam-macam kegiatan belajar mengajar agar mencapai hasil yang baik.

2.    Tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.[7]

Suharsimi Arikunto (2004), berpendapat bahwa tujuan manajemen   kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Untuk lebih jelasnya Arikunto menguraikan  rincian  tujuan manajemen kelas, sebagaimana berikut ini :

a.         Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.

b.         Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.

c.         Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan siaoal, emosional  dan intelek siswa dalam belajar.

d.         Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individunya. Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, (1996).

 

Menurut Ahmad (1995:2) bahwa tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut:

a.         Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.

b.         Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.

c.         Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.

d.         Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya

 

D.   Fokus Manajemen Kelas Spatial Learning

Fokus atau sasaran utamanya adalah meningkatkan efektivitas pengajaran didalam kelas, meningkatkan penguasaan materi pelajaran bagi siswa , meningkatkan minat a belajar siswa, mencegah penurunan minat belajar siswa, mencegah ketidaknyamanan bagi guru selama proses mengajar, mengoptimalkan fungsi perlengkapan atau peralatan didalam kelas, mengoptimalkan fungsi sekoalah sebagai tempat belajar paling nyaman, mengatasi gangguan-gangguan yang umum terjadi pada siswa.

 

E.   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektifitas Manajemen Kelas Spatial Learning

Adapun faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas manajemen kelas spatial learning diantaranya ukuran ruang kelas yang tidak memadai atau tidak ideal untuk jumlah siswa, ukuran kelas yang tidak mendukung terciptanya suasana belajar yang harmonis, tidak tersedianya lemari yang dapat digunakan sebagai tempat untuk menyimpan perlengkapan atau peralatan, tidak tersedianya lubang ventilasi yang cukup, pencahayaan yang kurang terang, lokasi ruangan kelas yang sangat dekat dengan kebisingan, papan tulis atau layar OHP sebagai media pengajaran yang tidak dapat dilihat tampilannya dari seluruh sudut kelas.

F.    Petunjuk-Petunjuk Penting dalam Pelaksanaaan Manajemen Kelas Spatial Learning

Menjadikan wilayah sentral kegaduhan menjadi sentral pembelajaran

Memastikan posisi diri dapat memantau siswa dan dijangkau oleh seluruh siswa

Memastikan papan tulis atau layar OHP dapat dilihat siswa dengan mudah dan jelas

G.   Panduan Pelaksanaan Manajemen Kelas Spatial Learning yang Komprehenshif

Dinding didalam kelas hendaknya ditempel poster serta bulletin yang menarik dan bias membangkitkan minat belajar siswa.

Ruangan lantai hendaknya diatur perlengkapannya, sehingga posisi guru dan papan tulis atau layar OHP yang digunakan untuk presentasi materi pelajaran tetap bisa dilihat dengan mudah oleh seluruh siswa dari setiap sudut ruangan kelas.

Meja tulis siswa hendaknya diatur secara berkelompok dan tidak berbaris-baris, tetapi tetap menyediakan jalan yang cukup bagi guru untuk berjalan-jalan disela sela meja tulis siswa.

Apabila ruangan kelas cukup luas, pada sisi kanan menja tulis siswa sebaiknya diberi meja belajar yang dapat digunakan siswa untuk berdiskusi atau belajar kelompok.

Komputer khusu yang disediakan untuk siswa sebaiknya tidak ditempatkan diruang kielas, malainkan cukup diruang khusus computer saja.

Lemari yang menyimpan perlengkapan kelas dan buku-buku tugas siswa hendaknya diletakan ditempat yang mudah diakses dan dekat dengan wilayah guru mengajar.

Disamping meja guru, hendaknya disediakan computer khusus yang telah tersambung dengan layanan internet yang dapat guru pergunakan untuk mencari bahan-bahan materi pelajaran serta menyimpan data-data siswa yang berkaitan dengan latar belakang, daftar kenakalan dan sebagainya.

Pada dinding ruangan kelas, hendaknya dipasang jam dinding dan kalender yang cukup besar sehingga mudah dilihat oleh seluruh siswa.

Tampilan kelas dan hiasan dinding hendaknya diganti setiap pertengahan semester.

H. Ruang Lingkup Manajemen Kelas

·      Pengaturan Orang (Siswa)

Pengaturan orang atau siswa adalah bagaimana mengatur dan menempatkan siswa dalam kelas sesuai dengan potensi intelektual dan perkembangan emosionalnya.

·       Pengaturan Fasilitas

Pengaturan fasilitas adalah kegiatan pengaturan fisik kelas sehingga seluruh siswa dapat terfasilitasi dalam aktivitasnya didalam kelasdan siswa merasa nyaman, senang, aman serta belajar dengan baik

 

     I. Prinsip-prinsip Manajemen Kelas

“Secara umum faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu, faktor intern dan faktor ekstern siswa.” (Djamarah 2006:184). Faktor intern siswa berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian siswa denga ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan siswa berbeda dari siswa lainnya sacara individual. Perbedaan sacara individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis. Faktor ekstern siswa terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokan siswa, jumlah siswa, dan sebagainya. Masalah jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah siswa di kelas, misalnya dua puluh orang ke atas akan cenderung lebih mudah terjadi konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa di kelas cenderung lebih kecil terjadi konflik. Djamarah (2006:185) menyebutkan “Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas dapat dipergunakan prinsip-prinsip pengelolaan kelas sebagai berikut:

1.      Hangat dan Antusias

Hangat dan Antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.

2.      Tantangan

Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahanbahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.

3.      Bervariasi

Penggunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian siswa. Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.

4.      Keluwesan

Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajarmengajar yang efektif. Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas dan sebagainya.

5.      Penekanan pada Hal-Hal yang Positif

Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negative. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswa yang positif daripada mengomeli tingkah laku yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.

6.      Penanaman Disiplin Diri

Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan dislipin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengendalikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.[9]

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Hilali, Husni El. ”PENTINGNYA PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN”, Edu-Bio, Vol. 3, 2012.

Usman, User. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009.

http://perencenaan.blogspot.co.id/,

Djiwandoko, Sri Esti Wuryani. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia, 2006.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar